Hal tersebut disampaikan Khofifah usai meninjau Republik Durian Farm di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jumat (27/12/2024). Di kebun seluas satu hektare itu, berbagai jenis durian premium dibudidayakan dengan hasil melimpah. Khofifah juga memanen langsung durian dan menyebut Black Thorn sebagai durian terbaik yang pernah ia coba.
Respons positif juga datang dari Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, yang menunjukkan minat impor durian dari Jawa Timur. Khofifah menegaskan bahwa untuk menembus pasar ekspor, durian harus memenuhi tiga syarat utama: kuantitas, kualitas, dan kontinuitas.
Ke depan, Khofifah berencana memperluas pengembangan durian premium dengan memanfaatkan lahan idle dan perhutanan sosial, serta menggandeng LMDH dan BUMDes. Ia menyebut satu hektare kebun durian dengan 100 pohon berpotensi menghasilkan keuntungan hingga Rp2 miliar dalam 4–5 tahun.
Pemilik Republik Durian Farm, Anna Luthfie, menambahkan bahwa durian Black Thorn Blitar memiliki kualitas unggul dibandingkan Malaysia karena faktor tanah dan iklim. Ia juga menyebut budidaya durian dapat dikombinasikan dengan perikanan sebagai sistem pertanian terpadu berbasis pupuk organik.